pdmjogja.org Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik suhardi, PhD bersama 24 delegasi Indonesia, berangkat menuju Wenzhou, China, untuk mengikuti ajang bergengsi International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-21.

Kegiatan ini berlangsung di Wenzhou pada 2-6 Oktober 2024 dan diikuti lebih dari 20 negara.

Menurutnya IMSO dikenal sebagai kompetisi tingkat lanjut (advance) di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa Sekolah Dasar (SD). 

Berharap, Ajang internasional ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai negara untuk mengasah kemampuan di bidang Matematika dan Sains, dengan suasana akademik yang kompetitif sekaligus inovatif.

Dalam rombongan delegasi Indonesia, delapan di antaranya merupakan siswa berprestasi dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang siap bersaing di kancah internasional. Berikut adalah daftar siswa yang menjadi kebanggaan Muhammadiyah di IMSO tahun ini

Hidetoshi Kinan Muhammad – IPA (SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta); M. Nararaya Putra Erdyka – IPA (SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya); Alesha Laksmi Putri Purwanto – IPA (SD Muhammadiyah 6 Tebet, Jakarta); Aydanisha Arunika Mehar – IPA (SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya); Azzam Putra Krismala – Matematika (MI Muhammadiyah Unggulan, Gorontalo).

Mizar Arrayan Himawan – Matematika (SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya); Muhammad Arga Putranugraha – Matematika (SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya); Nismara Pragya Chedrina Agung – Matematika (SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Surakarta),

“Alhamdulillah, keberangkatan ini menjadi momen penting bagi kita untuk menunjukkan potensi siswa-siswa Muhammadiyah di kancah dunia,” ujar Didik Suhardi dalam pesannya sebelum keberangkatan.

IMSO memberikan kesempatan besar bagi siswa-siswa muda dari berbagai negara untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam Matematika dan IPA. Kompetisi ini tidak hanya menumbuhkan suasana akademik yang menantang, tetapi juga mendorong peserta untuk berinovasi dan mengembangkan potensi di bidang sains dan teknologi.

Siswa-siswa Muhammadiyah ini diharapkan mampu membawa prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Semangat kompetisi, inovasi, dan rasa kebersamaan menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan di IMSO ke-21 ini.

“Semoga delegasi Indonesia, khususnya para siswa Muhammadiyah, dapat membawa pulang kemenangan dan membuktikan bahwa pelajar Muhammadiyah mampu bersaing di panggung dunia,” pungkas Didik.

Dalam agenda ini turut juga Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., selaku Chairman IMSO. (Hendra/Riz)

Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Berprestasi, Delegasi Pelajar Muhammadiyah Ikuti IMSO ke-21 di China, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/berprestasi-delegasi-pelajar-muhammadiyah-ikuti-imso-ke-21-di-china

Pdmjogja.org. Yogyakarta. SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta (MUGA) menerima kunjungan studi tiru dari SMA Muhammadiyah 2 Tanjung Sari Medan, SMK Muhammadiyah 8 Medan, SD Muhammadiyah 3 Medan dan SMP Muhammadiyah 3 Medan pada Kamis (19/9/2024) di ruang Aula Kampus 3 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tujuan kunjungan ini adalah saling belajar program sekolah dan juga menandatangani memorandum of understanding (MoU).

Delegasi perguruan Muhammadiyah Medan diterima baik oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Fitri Sari Sukmawati, M.Pd. dan jajaran pimpinan Andreast Wahyu Sugiyarta, M.Pd. (Wakabid. Kurikulum), Yuli Astuti, M.Pd. (Wakabid. Humas), Muflih Najib M.Pd. (Wakabid. Kesiswaan), Diah Wulandari, S.Pd.Si. (Wakabid. Sarpra), Alfatih, M.Hum. (Wakabid. Ismuba), Tri Yuniati (KTU) dan Muhammad Budi Setiawan (Bendahara Sekolah). Dalam sambutannya Fitri Sari Sukmawati, M.Pd. menyampaikan rasa terimakasih dan kegembiraannya mendapatkan kesempatan berbagi ilmu dan praktik baik dengan utusan SMA Muhammadiyah Medan. Dalam sambutanya Fitri menyampaikan kerjasama ini bertujuan untuk memperbanyak kolaborasi dengan sekolah lain baik di dalam maupun diluar negeri.

Sekarang  ini eranya kolaborasi dengan pihak manapun, karena kolaborasi ini akan sangat bermanfaat ke depan baik untuk siswa dan guru dalam mencetak kader Muhammadiyah yang unggul”. Taufik Pasaribu selaku perwakilan rombongan delegasi Medan sangat bertemakasih atas waktu yang diberikan oleh SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta karena semangat berproses dan belajar ini akan dibawa ke sekolah-sekolah di Medan. Dari Majelis akan mendukung percepatan perguruan Muhammadiyah di Medan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta (Fitri Sari Sukmawati, M.Pd.) dengan SMA Muhammadiyah 2 Medan (Susilowati, S.Pd. M.Psi.) yang disaksikan oleh seluruh delegasi.  Dengan semangat bergerak bersama semua bersepakat akan memajukan sekolah dengan berkolaborasi diberbagai bidang menuju sekolah unggul. (Yuli)

Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana selama empat hari, mulai tanggal 9 s.d. 12 September 2024. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, dan peserta didik. Dengan kolaborasi yang kuat, peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan terkait mitigasi bencana dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

Kegiatan ini diinisiasi untuk menjawab tantangan semakin tingginya risiko bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di kawasan sekolah. Oleh karena itu, SPAB menjadi program strategis yang dirancang untuk memastikan sekolah dapat secara mandiri menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana, mengurangi risiko, serta menyiapkan seluruh warga sekolah agar mampu menghadapi situasi darurat dengan tenang dan efektif.

SPAB ini dilaksanakan berdasarkan pemetaan sekolah di seluruh Indonesia yang di lakukan oleh Kemendikbudristek bekerja sama dengan BNPB bahwa terdapat 75% dari seluruh jumlah sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA DAN SMK yang berada di lokasi rawan bencana. Dasar hukum pelaksanaan Workshop SPAB ini yaitu Permendikbud No. 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan yang menerapkan standar sarana dan prasarana yang aman dan budaya keselamatan termasuk dari bahaya bencana dan Perka BNPB No. 4  Tahun 2012 tentang Sekolah yang menerapkan  standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.  SPAB ini sebagai Salah satu bentuk dari pemenuhan hak di setiap warga Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang aman dari bencana selama menempuh  pendidikan.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya satuan pendidikan yang aman dari bencana, serta memperkuat kolaborasi antar seluruh komponen sekolah dalam memitigasi risiko dan mengembangkan prosedur tanggap darurat yang efektif mulai dari penyusunan rencana evakuasi hingga simulasi tanggap darurat. Melalui sesi-sesi pelatihan yang interaktif dan simulasi bencana, peserta mendapatkan pengetahuan tentang identifikasi risiko, strategi evakuasi, dan pengelolaan krisis di lingkungan sekolah.

Narasumber berpengalaman di bidang kebencanaan, Ibu Sulia Megarani dan salah satu guru yang telah berpengalaman mengikuti pelatihan terkait, Ibu Susanti, S.Si., M.Pd. hadir untuk berbagi pengetahuan dan memberikan panduan praktis kepada peserta. Melalui sesi interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi lapangan, peserta diharapkan mampu menerapkan strategi mitigasi bencana secara mandiri di satuan pendidikan masing-masing.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Bapak Muflikh Najib, M.Pd. menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat kesiapan sekolah menghadapi berbagai ancaman bencana. “Sebagai satuan pendidikan, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan seluruh peserta, sehingga kami dapat bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman,” ujarnya.

Pada hari pertama, peserta dikenalkan dengan berbagai jenis potensi bencana yang mungkin terjadi di sekitar lingkungan sekolah, termasuk gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang tahap program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Hari kedua dan ketiga fokus pada pengetahuan teknis terkait kajian risiko bencana, menyusun peta evakuasi, mengidentifikasi titik kumpul dan kerentanan bencana di sekolah, manajemen risiko, Pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), penyusunan SOP bencana dan rencana aksi sekolah, serta pengenalan aplikasi InaRISK. Hari terakhir diisi dengan sesi evaluasi, refleksi, dan simulasi evakuasi yang melibatkan seluruh warga sekolah dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk penerapan kebijakan sekolah aman bencana.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terciptanya Satuan Pendidikan Aman Bencana yang lebih tangguh, serta membangun budaya sadar bencana di kalangan guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah untuk semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana, sekaligus menjadi model dalam menerapkan program Sekolah Aman Bencana. (Yuli)

SMA Muhammadiyah 3 (Muga) Yogyakarta menerima kunjungan serta menandatangai MoU dengan Oberon High School Victoria Australia. Kunjungan ini diterima oleh Fitri Sari Sukmawati, M.Pd.  kepala sekolah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta di Kampus K.H. Ahmad Dahlan di jalan Kapten Piere Tendean No. 58 Wirobrajan Yogyakarta pada Rabu (11/09/2024).

Fitri Sari Sukmawati mengatakan bahwa kedatangan tersebut dalam rangka kerjasama MoU kedua sekolah untuk berkolaborasi khususnya menggerakkan murid terampil berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia serta menunjukkan keunggulan ekstrakurikuler Tapak Suci Muga. Kontingen dari Australia berjumlah 8 orang siswa didampingi oleh 2 orang guru. Siswa-siswa ini sangat antusias untuk belajar menggunakan Bahasa Indonesia serta bermain permainan tradisional Gangsing dan Othok-othok

“Kerjasama ini sudah tahun ke dua dengan Australia dan akan ditindak lanjuti dengan MoU antar sekolah. Terbukti mereka sangat tertarik belajar tapak suci dengan siswa Muga serta permainan tradisioal sebagai kearifan lokal JogJa” Tandas Fitri.

Turut Hadir dalam acara ini diantaranya Buono, S.Pd., M.Eng (Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Yogyakarta) dan Agus Mulyono SE (komite sekolah).

Atas nama Majleis kami mengapresiasi kerja keras civitas akademika Muga yang sekalian kalinya mengukir sejarah kerjasama taraf  internasional.  Harapannya siswa-siswa Muga bisa belajar ke Australia dan sebaliknya siswa Australia bisa belajar budaya Yogyakarta utamanya keunggulan Muhammadiyah” Ujar Buono. Menurut Fitri Sari kegiatan kerjasama internasional ini akan terus dilakukan untuk memberikan motivasi dan pengalaman kepada peserta didik agar memiliki wawasan global. (Yuli)

Selasa, 10 September 2024, SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta menerima kunjungan tamu dari Sekolah Dato’ Abdur Razaq (SDAR), Negeri Sembilan, Malaysia. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan yang mana pada bulan April 2024, SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta bersama beberapa Sekolah Muhammadiyah lainnya melakukan kegiatan Students Exchange dan Sister School di sekolah tersebut.
Disambut dengan hangat oleh para siswa siswi IPM SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta dan Guru Karyawan, tamu dari SDAR diajak memasuki ruang karawitan. Para siswa kelas peminatan Seni Budaya (SB) serta Ibu Wahyu Krisnawati, S.Sn. memainkan alat musik gamelan serta menyanyikan gending berbahasa Jawa dengan merdunya. Para tamu diajak untuk bermain gamelan didampingi para siswa kelas SB, nampak bahagia dan menikmati permainan.

Acara dilanjutkan di ruang ilmiah, lagi lagi para tamu disuguhkan penampilan tari ayun ayun oleh ananda Hanum (9B) dan Attaya (8C) serta alunan biola lagu Isabella oleh ananda Nesya (9D). Dalam sambutannya Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Supriyadi S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa “Yang pertama terimakasih sudah hadir di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, kedua, menyambung tali silaturahmi beberapa saat lalu dengan beberapa sekolah. Dan ketiga, terimakasih waktu kita berkunjung kesana anak anak dapat pengalaman yang luar biasa.” Para tamu juga berkesempatan untuk mencicipi makanan khas Kotagede yang disuguhkan seperti Kipo, Yangko, dan Roti Kembang Waru.

“Mewakili karena beliau ada tugas di Malaysia. Kami ucapkan banyak terimakasih, yang begitu meriah. Banyak pengalaman, bermain gamelan. Tak sangka.” ucap perwakilan dari SDAR. Rasa bahagia menyelimuti perasaan para tamu yang hadir atas sambutan yang diberikan sekolah. Acara diakhiri dengan pemberian tanda kasih dari SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta kepada para tamu SDAR begitu pula sebaliknya. Semoga suatu saat nanti dapat kembali ke SDAR untuk berbagi pengalaman yang berharga khususnya bagi SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. (Intan)