Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta pada Sabtu (22/10) menyelenggarakan Kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam rangka Syiar Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sekaligus mewujudkan kepedulian Muhammadiyah di bidang kesehatan serta sosial kemasyarakatan.

Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), RS PKU Muhammadiyah Kotagede dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, serta Kalbe Farma.

Suparto selaku Wakil Ketua PDM Kota Yogyakarta pemerhati MPS menyampaikan terima kasih kepada PMI Kota Yogyakarta untuk kegiatan Donor Darah serta kepada Unisa, PKU Yogyakarta, PKU Kotagede dan Kalbe Farma yang berperan aktif dan memberikan dukungan perawat, dokter, pemeriksaan dan obat-obatan.

Ia juga menambahkan, “kegiatan terlaksana dengan baik dan sesuai target diikuti di ikuti oleh sekitar 160 orang, harapannya bisa dilanjutkan untuk masa yang akan datang karena sangat bermanfaat untuk masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan program kerja rutin MPKU dan MPS PDM Kota Yogyakarta periode 2015-2020 dalam membantu pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan untuk lanjut usia (lansia) serta meningkatkan dan mewujudkan semangat kepedulian terhadap sesama.

Ketua PDM Kota Yogyakarta, Akhid Widirahmanto menyampaikan bahwa kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan bagi lanjut usia ini bisa untuk meringankan beban warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. “Khususnya di bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan, MPKU dan MPS merupakan kepanjangan tangan dari PDM Kota Yogyakarta yang bergerak dalam bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PDM Kota Yogyakarta berperan aktif dalam upaya pemenuhan akses pelayanan kesehatan lansia yang berkualitas “Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, yang menyebabkan jumlah penduduk usia lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Akhid. (rakhma/sb)

sumber: https://suaraaisyiyah.id/

sumber: krjogja

Pelantikan kepala sekolah baru kebutuhan dan amanat persyarikatan Muhammadiyah. Maka keputusan ini perlu diamankan, artinya dilaksanakan sebaik-baiknya.

Demikian diungkapkan Drs H Akhid Widi Rahmanto, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta dalam pelantikan kepala sekolah di Aula PDM Kota Yogyakarta, Jalan Sultan Agung 14, Sabtu (30/04/2022). Tiga kepala sekolah yang dilantik Susamta SPd MPd (Kepala SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta), Suwahono SPd (Kepala SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta) dan Badrudin ARK SAg MSI (Kepala MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta).

Diingatkan, bagi kepala sekolah yang baru tugasnya semakin berat dan kompleks. Meskipun demikian, kepala sekolah jangan sedikit-sedikit mengeluh.

“Kepala sekolah jangan sedikit-sedikit sambat dengan PDM,” ujarnya mengingatkan.

“Ada anggapan, semakin besar sekolah semakin kecil masalah. Kenyataan sebaliknya, semakin besar sekolah, justru semakin kompleks masalahnya. Maka menempatkan kepala sekolah yang baru pasti banyak pertimbangan. Kepala sekolah itu sejatinya guru, manajer dan leader/pemimpin. Harus diakui, mempersiapkan kader sebagai bentuk regenerasi tidak mudah” tambahnya.

Saat pelantikan dan pendatangan berita acara serah terima hadir sebagai saksi Sigit Haryo Yudanto SPsi (Wakil Ketua PDM Kota Yogya), Murtinah SPd MA (Pengawas Pendidik Madrasah Kemenag Kota Yogya), Budi Santosa Asrori SE MSi (Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Yogyakarta).

Selain dari PDM Kota Yogya, hadir Pengurus Harian Majelis Dikdasmen PDM Kota Yogya, Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Sedangkan Budi  Santosa Asrori MSi dalam sambutan antara lain mengatakan, pendidikan satu negara dengan negara lain masih terjadi kesenjangan, Indonesia dengan Malaysia dan Filipina.

“Satu kota dan daerah di Indonesia juga terjadi kesenjangan kualitas pendidikan. Meski demikian, khususnya Yogya harus menjaga kualitas pendidikan. Yogya masih jadi barometer pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Budi Asrori mengingatkan, kepala sekolah yang baru menjaga komitmen soal kualitas pendidikan harus menjadi prioritas program kerja.

Sementara itu, Badrudin MSI mewakili kepala sekolah yang baru dalam sambutan singkat mengatakan, bagi kepala sekolah yang baru meminta dukungan berupa nasihat, doa, masukan dan kritik konstruktif. (Jay)

Sumber : Krjogja.

Edit: pdmjogja

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berharap eksistensi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan yang terbesar di Yogyakarta untuk mampu terus bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat luas untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang aman, nyaman, tertib, dan bersih.

“Lahirnya Muhammadiyah di Yogyakarta telah menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota Muhammadiyah, dengan semangat ibukota Muhammadiyah ini saya mengajak Muhammadiyah bersama-sama dengan masyarakat dan Pemerintah untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang aman, nyaman, tertib, dan bersih baik untuk ditinggali maupun dikunjungi” Ungkap Walikota dalam sambutannya ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta pada hari Sabtu (13/2) sore di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Menurut walikota, hingga saat ini Muhammadiyah sudah banyak memberikan sumbangsih dalam proses pembangunan di segala bidang dari tingkat kota hingga nasional, dan dengan adanya Musda ini, diharapkan akan lahir pemikiran-pemikiran mencerahkan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan di Kota Yogyakarta.

“Berbagai kegiatan Muhammadiyah, baik keagamaan, sosial, pendidikan, maupun budaya telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan. Dengan diadakannya Musda, diharap akan melahirkan sosok yang mampu bermitra dengan pemerintah dan masyarakat umum dalam membangun serta pemikiran-pemikiran baru yang mencerahkan” Pinta walikota

Sementara itu, dikatakan oleh Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, Musda kali ini yang mengambil tema ‘Satukan Niat, Kuatkan Tekad, Gerakan Pencerahan Menuju Kota Jogja Berkemajuan’ dimaksudkan tidak sekedar untuk membahas permasalahan yang ada di Muhammadiyah saja, namun juga masalah bangsa

“Masalah bangsa adalah urusan bagi Muhammadiyah pula, karena Muhammadiyah juga merupakan partner pemerintah. Dengan tema yang diangkat kali ini, diharapkan Muhammadiyah mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan civil society melalui Islam berkemajuan yang sudah dirumuskan oleh KH Ahmad Dahlan sejak dahulu” Tutur Aris.

Rencananya, Musda akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (14/2). Berbagai acara lain juga turut menyemarakkan agenda lima tahunan Muhammadiyah ini seperti Pawai Ta’aruf Budaya yang telah dilaksanakan Sabtu (6/2) lalu. Selain itu digelar pula Lomba Melukis, Mewarnai dan Pentas Seni. Pada kesempatan ini, dilaksanakan pula penyerahan beasiswa dari BPR Syariah Bangun Drajat Warga kepada 19 sekolah Muhammadiyah. (ams)