pdmjogja.org-Yogyakarta(16/3/24). Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta mengadakan pengajian ramadhan 2024 dengan tema “Merajut Ukhuwah Menebar Dakwah Rahmatan lil Alamin”. Acara ini diselenggarakan di Aula SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, 16-17 Maret 2024.

Acara ini dihadiri oleh PH PDM Kota Yogyakarta, Majelis/Lembaga PDM, Pimpinan Ortom Tingkat Daerah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se Kota Yogyakarta, Ketua PRM se kota Yogyakarta, Kepala SD/SMP/MTs/SMA/SMK/MA Muhammadiyah se Kota Yogyakarta dan perwakilan panti asuhan.

Dedi Rustandi, S.Pd selaku Ketua MPKSDI PDM Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merajut kembali ukhuwah setelah berbagai dinamika yang terjadi pasca Pemilu 2024.

“Pemilu yang telah lewat menimbulkan banyak gesekan, maka acara bertujuan untuk kembali bersama-sama merajut ukhuwah diantara kita.” Ujarnya

Sementara itu Naning Hidayati, S.Pd. M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta memberi apresiasi dan terima kasih karena diberikan kesempatan dalam menjamu acara pengajian ramadhan ini.

H. Aris Madani, S.Pd.I selaku Ketua PDM Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa materi pengajian semoga bisa dikerjakan dalam keseharian.

“Materi ini dapat kita perhatikan, kita camkan dan dapat menjadi bahan agar dapat dilaksanakan isi dari pengajian ramadhan ini” ungkapnya sekaligus membuka secara resmi pengajian ini.

Dengan semangat ukhuwah dan dakwah rahmatan lil alamin, pengajian Ramadhan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama dapat merajut hubungan yang kuat di antara umat.

Pengajian Ramadhan tersebut juga diwarnai dengan kehadiran para pemateri yang memberikan kontribusi berharga dalam penyampaian materi dakwah. Terdapat empat materi yang akan diperoleh, yaitu : 

  1. Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah dan Insaniyah : Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A.
  2. Universalisme Islam Untuk Indonesia Berkemajuan : Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag
  3. Dakwah Kultural Muhammadiyah : Dr. KH. Tafsir. M.Ag.
  4. Konsep Rahmatan Lil Alamin: Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag

Kehadiran seluruh peserta yang memenuhi ruang acara menjadi bukti nyata bahwa semangat ukhuwah Islamiyah tetap mengalir kuat di kalangan umat. Dengan memperkokoh persaudaraan dan menyebarkan dakwah rahmatan lil alamin, diharapkan mampu membawa manfaat bagi masyarakat luas serta mempererat tali persaudaraan umat Islam.

Red. Saipul Haq

pdmjogja.org-Yogyakarta(06/03). Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menggelar rembug program yang bertujuan untuk mengintensifkan upaya literasi dan digital di kalangan masyarakat. Acara yang berlangsung di RM Balai Bebek Giwangan tersebut dipimpin oleh Subhi Waltono, S.I.Pust, yang menjabat sebagai ketua majelis.

Dalam sambutannya, Subhi Waltono mengungkapkan bahwa ada 8 program utama yang akan dilaksanakan dalam tahun 2024 ini. Program-program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan informasi serta meningkatkan kompetensi literasi di kalangan anggota Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Ke-8 program tersebut antara lain:

  1. Pengelolaan Website: Memperbarui dan meningkatkan kualitas website resmi Muhammadiyah Kota Yogyakarta untuk menyajikan informasi yang lebih terkini dan relevan.
  2. Pengadaan Alat Editor: Memperoleh peralatan editor modern guna mendukung produksi dan penyuntingan materi pustaka dan informasi dengan standar yang lebih tinggi.
  3. Konten Ramadhan: Membuat dan menyebarkan konten-konten berkualitas terkait bulan suci Ramadhan sebagai upaya menyebarkan nilai-nilai keislaman dan kebaikan.
  4. Peningkatan Kompetensi Pustakawan melalui Fun Learning: Mengadakan pelatihan yang menyenangkan bagi para pustakawan guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
  5. Pelatihan Jurnalistik: Memberikan pelatihan bagi anggota untuk mengasah kemampuan jurnalistik mereka dalam menghasilkan karya yang informatif dan inspiratif.
  6. Pelatihan Kepenulisan: Mendorong anggota untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka melalui berbagai pelatihan dan workshop yang diselenggarakan.
  7. Pelatihan Desain Grafis: Menyediakan pelatihan desain grafis bagi anggota untuk menghasilkan materi visual yang menarik dan informatif.
  8. Kunjungan ke prodi ILKOM/DKV/KPI Kampus Milik Muhammadiyah

Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan gerakan literasi dan digital di kalangan Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Subhi Waltono menegaskan bahwa majelis ini berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya meningkatkan pemahaman dan akses terhadap informasi di tengah-tengah masyarakat, sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan pengetahuan.

Acara rembug program ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota Majelis Pustaka dan Informasi serta tokoh-tokoh terkait dari Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Semangat kolaborasi dan kesatuan dalam menjalankan program-program ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.

Red. Saipul Haq

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta selenggarakan Wisuda Akbar Tahfidzul Qur’an pada Sabtu (24/2) di Gor Amongrogo. Wisuda yang diikuti 456 wisudawan-wisudawati dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA ini, mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an untuk Membangun Generasi Qur’ani Sebagai Ikhtiar Menyelamatkan Bangsa”.

Dalam kesempatan ini turut hadir PJ Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo, S.H., M.Ed., Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori, SE., M.Si., Kepala Kemenag Kota Yogyakarta H Nadhif, S.Ag, M.S.I., Rektor UMY, UAD, UNISA, UII, Ketua LPPM PWM DIY, Pimpinan Harian PDM Kota Yogyakarta, Pimpinan Harian Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Yogyakarta, Camat Umbul Harjo, Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta, serta orang tua wisudawan dan wisudawati.

Dr. H. Muhammad Joko Susilo, selaku ketua panitia, menuturkan bahwa tema yang dipilih kali ini menggambarkan upaya program Tahfidz Majelis Dikdasmen-PNF sebagai solusi atas kondisi Indonesia yang semakin memprihatinkan. Lebih lanjut, wisuda yang digelar untuk kali ketiga ini adalah rangkaian puncak dari program Tahfidzul Qur’an yang digagas Majelis Dikdasmen-PNF bersama Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PDM Kota Yogyakarta.

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turut memberi sambutan lewat video yang ditayangkan. Haedar berharap ke depannya para murid tak hanya menghafal, namun juga memahami dan mangamalkan Al-Quran.

“Yang kami harapkan di balik wusuda ini bukan sekadar atau berhenti pada hafal Al-Quran, yang mana itu sangatlah baik, namun juga bersamaan dengan itu mamahami Al-Quran dan melaksanakannya sehingga tema itu membumi dalam kehidupan nyata,” pesannya.

Senada dengan Haedar, begitu yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya. Ia berpesan pada murid penghafal untuk bisa mengharumkan nama mereka dan orang tua mereka dengan hafalan Al-Quran. Beliau menyampaikan bahwa tugas menghafal Al-Quran adalah tugas langitan. Dan para penghafal ini harus melengkapinya dengan pemahaman dan pengamalan agar tugas itu bisa membumi.

Turut memberikan sambutan pada kesempatan tersebut Bapak Aris Madani, selaku Ketua PDM Kota Yogyakarta. Rangkaian kegiatan wisuda akbar tahfidzul Qur’an ini diawali dengan pembukaan, kalam ilahi, sambutan, prosesi wisuda dan diakhiri dengan tampilan dan penutup.

Jum’at, 5 Januari 2024 jam 13.00 WIB di SD Muhammadiyah Suronatan Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Yogyakarta menyelenggarakan pengajian Pimpinan dengan mengusung tema “Muhammadiyah dan politik adiluhung.”

Kegiatan pengajian Pimpinan ini dihadiri segenap jajaran pimpinan harian PDM Kota Yogyakarta, ketua majelis lembaga yang berjumlah 22, pimpinan cabang Muhammadiyah sekota Yogyakarta dan kepala sekolah Muhammadiyah dari tingkat SD sampai dengan SMA sederajat sekota Yogyakarta.

Aris Madani, S.Pd. selaku ketua PDM Kota Yogyakarta menyampaikan sambutannya, “ini adalah pengajian Pimpinan spesial yang diadakan di lokasi SD Muhammadiyah yang didirikan oleh ketua Muhammadiyah pertama K.H. Ahmad Dahlan dengan pemateri yang spesial juga di awal tahun 2024.”

Pada kesempatan ini PDM Kota Yogyakarta mengundang Prof.Dr. H.M. Amien Rais, M.A. menjadi pemateri. Beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak boleh cuci tangan dalam pemilihan umum tanggal 14 Februari 2024 besok. Pimpinan Muhammadiyah harus bisa menjadi contoh, tauladan seiring dengan ayat kulukum ro’in wakulukum mas’ulun ‘an ro’iyatihi.

Acara ini ditutup dengan doa untuk kebaikan negeri yg dipimpin oleh Prof.Dr. H.M. Amien Rais, M.A.

TIM PENGABDIAN DOSEN UAD MEMBERIKAN PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS(PTK) DALAM RANGKA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DI SPM MUHAMMADIYAH 10 YOGYAKARTA

“Mencerahkan dan Berkemajuan” itulah Muhammadiyah, selalu berada terdepan dalam membangun dan mencerahkan serta memajukan umat, sebagaiman yang telah dilakukan oleh tim Dosen UAD dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, pada hari Selasa tanggal 2 Januari 2024. SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta merupakan bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang pendidikan dasar dan menengah (DIKDASMEN), yang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, berkemajuan dan unggul, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Namun sebagai lembaga pendidikan tentunya ada permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh guru agar menjadi profesional di bidangnya. Mengingat akan pentingnya  standar  kualitas  profesional  guru untuk  menjamin  proses  belajar  mengajar dan   hasil   belajar   yang   berkualitas.   

Pengembangan   standar   kompetensi   profesional   guru memerlukan  pemikiran  sistem  yang  mendasar  dan  sistematis  serta  upaya  yang  konsisten  dan berkesinambungan. Oleh karena itu, guru yang berkualitas dapat membantu siswa membangun pola berpikir inovatif dan berkontribusi pada generasi yang lebih baik. PTK  adalah  proses  di  mana  seorang  guru  mengidentifikasi  masalah  dalam  konteks kelasnya  sendiri  dan  kemudian  terlibat  dalam  metode  investigasi  untuk  mengatasi  masalah tersebut. Pembelajaran  menjadi  lebih  bermakna  bagi  guru dan siswa dalam mata  pelajaran. Untuk  diamati  secara  langsung  dalam praktik  kelas,  kesadaran guru  sekolah  untuk  menjadi  pengajar  profesional meningkat. 

Menyikapi hal ini ketua pelaksana Dr. Yusutria, S.Pd.I, M.A, Sutipyo,R, S.Ag, M.Si, didampingi Sabri, S,Sn, M.Sn, dan Dr. Abdul Hopid, M.Ag, beserta tim dari mahasiswa melakukan kegiatan “Pengabdian Kepada Masyarakat” (PKM) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tujuan kegiatan ini adalah lahirnya tenaga guru yang kompeten dalam penulisan karya ilmiah, penelitian tindakan kelas dan menghasilkan  produk artikel PTK serta mampu meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 10 Muhammadiyah Yogyakarta.

Kegiatan dilaksanakan  di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 10 Muhammadiyah Yogyakarta dan dihadiri lansung oleh kepala sekolah bu Esti Priyantini, S.S., M.Pd, BI beserta seluruh guru yang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan workshop Penelitian  tindakan  kelas (PTK) ini  sebagai  tindakan  untuk  mengembangkan  kualitas  pengajaran mereka  bukan  untuk  mendapatkan  penghargaan  pemerintah. Pelatihan di upayakan   agar guru dapat   menguraikan   yakni:

1) menulis latar belakang masalah

2) merumuskan masalah

3) menulis tinjauan pustaka

4) penulisan metodologi penelitian

5) menulis hasil penelitian dan pembahasan

6) menulis kesimpulan, saran dan daftar pustaka

7) penulisan abstrak dan daftar pustaka. 

Kegiatan pelatihan  penulisan  PTK  dapat  membantu  kesulitan  guru  dalam menulis.  Kesulitan  kedua  yang  ditemui  guru  adalah  meramu  PTK  menjadi  artikel  yang  layak terbit  sebagai  sebuah  karya  ilmiah. Guru  dapat  mengevaluasi  kelas  mereka  dalam  kegiatan sehari-hari mereka di sekolah. Kegiatan pengabdian  kepada  masyarakat  yang  dilaksanakan  diharapkan  dapat  memberikan  manfaat dalam  upaya  guru  meningkatkan  kualitas  pemahamannya  tentang  penelitian  tindakan  kelas, sehingga  dapat  meningkatkan  keterampilannya  dalam  melakukan  kegiatan  penelitian.