Pada Jum’at (06/09/2024) bertempat di Aula SD Muhammadiyah Pakel Yogyakarta diselenggarakan pengajian pimpinan Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Acara ini dihadiri segenap Pimpinan Harian beserta ketua Majelis dan Lembaga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan kepala sekolah Muhammadiyah dari tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat SMA.

Kegiatan pengajian ini menghadirkan dua orang pemateri sekaligus, yakni Drs. Muhammad Afnan Hadikusumo yang merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Singgih Raharjo, S.H., M.Ed. (yang pernah menjadi pejabat sementara Walikota Yogyakarta). Keduanya merupakan kader terbaik Muhammadiyah yang saat ini diusung beberapa partai untuk menjadi calon walikota dan calon wakil walikota Yogyakarta.

Afnan memaparkan mengenai kondisi kota Yogyakarta secara umum. “Kota Yogyakarta tidak ada sumber daya alam, targetnya bagaimana kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga sumber daya manusia kita bisa bekerja di sektor-sektor yang memerlukan skil tinggi,” jelasnya.

“kita mengusung slogan Jogja santun Jogja pintar Jogja cerdas,” lanjutnya.

Sementara Singgih menyampaikan “bagaimana kita menata masa depan pendidikan kita, yang di dalamnya harus ada karakter, kritical thinking, kolaborasi dan komunikasi.” (Subhi)

Muhammadiyah Kota Yogyakarta menyelenggarakan seminar Pendalaman Materi Paham Agama Muhammadiyah dan Sosialisasi Kalender Hijriyah Global Tunggal pada Sabtu (07/09/2024) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpadu Jalan Ringroad Selatan Yogyakarta. Acara ini diisi dengan dua sesi materi yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Yayan Suryana, S.Ag., M.Pd. dengan materi Paham Agama menurut Muhammadiyah untuk sesi pertama dan Ustadz Dr. Oman Fathurohman SW, M.Ag. menyampaikan materi Kalender Hijriyah Global Tunggal untuk sesi kedua.

Seminar ini dihadiri oleh segenap Pimpinan Harian dan Ketua Majelis serta Lembaga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Yogyakarta, dan guru Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) sekolah Muhammadiyah kota Yogyakarta. Dimulai pada pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Dalam sambutannya, Wahyu Wijayanto, S.Sy., S.Pd.I., M.Si. selaku ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM kota Yogyakarta sebagai penggagas acara ini menyampaikan tentang pentingnya bagi Muhammadiyah ke depan untuk bisa menjaga marwah dan identitasnya dalam melakukan pemurnian agama Islam. Sedangkan Ustadz H. Aris Madani, S.Pd.I., M.Si. berkata dalam sambutannya. “Ini materi yang berat tetapi penting untuk dimengerti dan dipahami warga Muhammadiyah.” (Subhi)

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta menerima kedatangan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama tim asesor Lomba Cabang, Ranting dan Masjid Unggul Muhammadiyah DIY pada Sabtu (31/08/2024) pukul 08.00 WIB. Kedatangan Tim Asesor disambut PDM Kota Yogyakarta di kantor PDM Jalan Sultan Agung nomor 14 Yogyakarta.
Acara ini dihadiri oleh Dr. H. Nur Ahmad Ghazali, M.A. dan Ir. Azman Latif selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Tim Asesor Lomba, Pimpinan Harian PDM beserta ketua Majelis dan Lembaganya, Ketua Pimpinan Cabang (PCM) se-Kota Yogyakarta yang berjumlah 14 PCM serta delegasi juara Lomba Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah Unggul tingkat Kota Yogyakarta.
Adapun juara lomba tingkat Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PDM tersebut adalah:

  1. Lomba Cabang Unggul
    1. Juara I PCM Kotagede
    2. Juara II PCM Wirobrajan
    3. Juara III PCM Tegalrejo
  2. Lomba Ranting Unggul
    1. Juara I PRM Nitikan Umbulharjo
    2. Juara II PRM Suronatan Ngampilan
    3. Juara III PRM Purbayan Kotagede
  3. Lomba Masjid Muhammadiyah Unggul
    1. Juara I Masjid Al Amna Danurejan
    2. Juara II Masjid Fathul Qorib Gondomanan
    3. Juara III Masjid Al Irsyad Mergangsan

Dalam sambutannya Suwarna, SIP, M.S.I. selaku ketua LPCR-PM PDM Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa “kegiatan lomba ini adalah sebuah momentum yang strategis untuk bersama-sama menggerakkan Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah.” Sedangkan Azman Latif menekankan bahwa hampir tidak ada gunanya ketika Muhammadiyah hanya bergerak di tingkat atas, akan tetapi sangat penting ketika Muhammadiyah bisa menggerakkan Cabang dan Rantingnya. “Jangan sampai Cabang, Ranting dan masjid hanya digunakan saat pemilu atau pilkada saja.” Sambungnya. Sebagai penutup Azman sekaligus menugaskan Tim Asesor untuk melakukan pembinaan dan penilaian dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim yang dibersamai seluruh hadirin.
Tim Asesor LPCR-PM yang melakukan penilaian untuk PCM yaitu: Sukamto, M.Pd., Dandan Hermawan dan Dedi. Untuk tim penilai Ranting Muhammadiyah M. Munawir, Aminah Masykur dan Saeful. Sedangkan tim penilai masjid US Prawoto, Shubi Mahmashony dan Zainal Arifin. (Subhi)

Yogyakarta, 24 Agustus 2024 — Lembaga Seni dan Budaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan serangkaian acara bertajuk “Diskusi dan Jelajah Warisan Budaya Muhammadiyah” sepanjang bulan Agustus 2024. Acara ini terdiri dari tiga kegiatan utama yang menyoroti berbagai aspek kekayaan budaya dan sejarah Muhammadiyah di Yogyakarta.

Acara dimulai dengan Diskusi 1 pada Kamis, 8 Agustus 2024, yang mengangkat topik “Tradisi Literasi Kaum Muda: Brosur Lebaran AMM Kotagede (1968-1991).” Diskusi ini dipimpin oleh Zalfaa Nabila Az-Zahra, alumni Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam pemaparannya, Zalfaa Nabila menjelaskan bagaimana brosur Lebaran yang diterbitkan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kotagede menjadi cerminan tradisi literasi dan dinamika sosial kaum muda Muhammadiyah pada periode tersebut.

Diskusi kedua digelar pada Kamis, 15 Agustus 2024, dengan tema “Batik, Dakwah, dan Perjuangan: Telusur Jejak Muhammadiyah Karangkajen dan Kotagede.” M. Utama Al Faruqi, selaku tim penulis, memaparkan hubungan antara batik, dakwah Muhammadiyah, dan perjuangan komunitas Muhammadiyah di dua daerah tersebut. Diskusi ini membuka wawasan tentang bagaimana seni batik menjadi salah satu medium dakwah dan kontribusi Muhammadiyah dalam memperjuangkan hak-hak budaya.

Sebagai penutup rangkaian acara, pada Sabtu, 24 Agustus 2024, diadakan kegiatan “Menangkap Simbol, Merangkai Makna: Telusur Jejak Muhammadiyah Karangkajen dan Kotagede.” Acara ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Dr. Fahmi Prihantoro, seorang arkeolog, dan Ghifari Yuristiadhi, seorang sejarawan. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk menjelajahi dan memahami simbol-simbol serta makna sejarah yang terkait dengan Muhammadiyah di kedua wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan anggota Muhammadiyah, memberikan kesempatan untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya serta sejarah yang dimiliki oleh komunitas Muhammadiyah di Yogyakarta.

Di sini, kami mengajak Anda untuk menjelajahi keindahan puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra yang penuh makna. Puisi tidak hanya mengungkapkan perasaan dan ide secara mendalam, tetapi juga merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan kreativitas.

Apa Itu Puisi?

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan perasaan, pikiran, atau gambaran melalui pilihan kata yang estetis dan struktur yang khas. Biasanya, puisi memiliki irama, rima, dan pemilihan kata yang lebih terikat dibandingkan dengan prosa.

Mengapa Belajar Puisi?

Belajar puisi memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Mengembangkan Kreativitas: Membaca dan menulis puisi dapat merangsang imajinasi dan kreativitas Anda.
  • Meningkatkan Kemampuan Bahasa: Melalui puisi, Anda akan lebih peka terhadap penggunaan kata, metafora, dan gaya bahasa.
  • Memahami Emosi dan Makna: Puisi sering kali menyentuh aspek emosional dan mendalam, memberikan wawasan tentang perasaan dan ide yang kompleks.

Topik yang Akan Dipelajari

  1. Pengertian dan Ciri-Ciri Puisi: Memahami apa itu puisi dan ciri-ciri khasnya seperti penggunaan bahasa kiasan, ritme, dan rima.
  2. Jenis-Jenis Puisi: Mengenal berbagai jenis puisi, termasuk puisi lama (seperti pantun dan syair) dan puisi modern.
  3. Struktur Puisi: Mempelajari elemen-elemen dasar puisi, termasuk bait, baris, rima, dan pola metrum.
  4. Bahasa Kiasan dalam Puisi: Menyelami penggunaan metafora, simile, personifikasi, dan gaya bahasa lainnya dalam puisi.
  5. Analisis Puisi: Teknik untuk menganalisis dan memahami makna serta struktur puisi.
  6. Menulis Puisi: Panduan dan latihan untuk menulis puisi, dari brainstorming ide hingga penyuntingan.

Sumber Daya dan Pembelajaran

Di situs ini, kami menyediakan berbagai sumber daya untuk mempelajari puisi, termasuk:

  • Artikel dan Panduan: Bacaan mendalam tentang teori puisi, jenis puisi, dan teknik analisis.
  • Contoh Puisi: Kumpulan puisi dari berbagai penulis, lengkap dengan analisis dan pembahasannya.
  • Video dan Tutorial: Video pembelajaran yang menjelaskan konsep puisi dan memberikan tips menulis puisi.
  • Latihan dan Kuis: Aktivitas interaktif untuk menguji pemahaman Anda tentang puisi dan teknik menulisnya.