Jawa Tengah (pdmjogja.org) – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta menyelenggarakan acara Mudzakarah (seminar) Perhajian selama 2 hari, Sabtu – Ahad, 9-10 November 2024, di Bandungan, Jawa Tengah. Acara tersebut diikuti pembimbing KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Lembaga Pembina Haji dan Umroh (LPHU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan PDM Kota Yogyakarta hadir sebagai undangan sekaligus memberikan sambutan, arahan, juga secara resmi membuka acara tersebut.

Materi yang disampaikan dalam mudzakarah  tersebut meliputi Perkembangan Mutakhir Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh H. Rowi Sutaryo, Murur dan Tanazul Menurut Majelis Tarjih oleh H. Muhammad Muhajir, Penggabungan Niat Thawaf Ifadhah serta Thawaf Wada’ dan Waktu-waktu Pelemparan Jumrah oleh H. Setyadi Rahman, Review Moderasi Beragama dalam Ibadah Haji oleh H. Thontowi, Resiliensi dan Mitigasi Jemaah Haji KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta oleh H. Budi Setiawan, Review dan Pengembangan Pembelajaran Manasik Regu disampaikan H. Joko Wisono.

Disampaikan juga dalam mudzakarah tersebut cara mengatasi masalah yang timbul selama pelaksanaan haji yang dari tahun-ke tahun selalu berulang muncul. KBIHU ‘Aisyiyah juga secara taat dan konsisten berpegang pada ketetapan Majelis Tarjih.

Sedangkan dalam menyikapi masih adanya hal-hal yang belum ada keputusannya, maka di akhir pertemuan, disepakati oleh peserta mudzakarah untuk mencatat semua permasalahan yang ada dan nantinya ada tim yang ditugaskan untuk meneruskan ke Majelis Tarjih. (Imawan)

Yogyakarta (8/11/2024). Rangkaian kegiatan Quran Camp Kelas Tahfidz SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta resmi dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, Titin Yulianti Prawesti, S.Pd., M.Pd. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Kampus SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Kegiatan Quran Camp ini berlangsung mulai Jumat, 8 November 2024 sampai dengan Sabtu, 9 November 2024.

Seacara umum tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membentuk generasi yang mencintai Al Quran dan membiasakan untuk menghafalkannya dengan cara-cara yang efektif. Selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan untuk :

  1. Mewujudkan komitmen yang sudah disepakati dengan orangtua/wali siswa terkait Kelas Tahfidz
  2. Memberikan motivasi dan pengalaman berbeda terkait kegiatan tahfidz
  3. Sebagai program unggulan dalam akselerasi kemampuan tahfidz siswa
  4. Memberikan gambaran dan pengalaman kepada siswa terkait kegiatan boarding

Dalam sambutannya Titin menyampaikan harapan supaya peserta Quran Camp bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mencintai Al Quran bisa menghafal Al Quran dengan lebih baik lagi. Selanjutnya Miftakhul Falah Islami, M.Pd. selaku Ketua Panitia menambahkan “Diharapkan setelah selesai mengikuti acara Quran Camp ini Ananda dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi pelopor Gerakan dakwah di lingkungan masing-masing.”

Adapun rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dilanjutkan setoran hafalan, muraja’ah, berbagai macam materi terkait tahfidz dan da’i serta olahraga pagi. Ananda santriwan dan santriwati Nampak sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. “Saya merasa sangat senang bisa mengikuti kegiatan Qur’an Camp ini karena saya bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman. Harapan saya, semoga Qur’an Camp tetap terlaksana setiap tahunnya.” ujar Anjany Safa Fidausy, salah satu santriwati

Yogyakarta (10/11/2024). Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta menyelenggarakan senam sehat ceria untuk warga Muhammadiyah Kota Yogyakarta pada hari Ahad, 10 November 2024. Acara yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kampus 4 jalan lingkar selatan, Kragilan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta dimulai pukul 07.00 WIB.

Pada malam hari sebelum pelaksanaan kota Yogyakarta diguyur hujan lebat sampai pagi hari menjelang dimulainya acara senam tersebut. Acara dibuka dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana bapak Muhammad Iqbal disambung sambutan dari ketua PDM Kota Yogyakarta Bapak H. Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I. Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor UAD, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag., Direktur Utama Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Gamping dan ketua Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah M. Afnan Hadikusumo.

Acara yang dihadiri ribuan peserta ini disponsori oleh UAD yang memberikan satu tiket umroh gratis, UMY, UNISA, UII dan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Doorprize yang disediakan oleh panitia sangat beragam dan banyak sehingga menggembirakan para peserta. Mulai dari doorprize hiburan sampai dengan doorprize besar berupa kipas angin, televisi, sepeda, kulkas, mesin cuci, motor listrik dan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan dua tiket umroh gratis.

peserta yang beruntung mendapatkan hadiah utama umroh adalah karyawan SD Muhammadiyah Nitikan atas nama Isnatun Hasanah dan guru TK ABA Komplek Masjid Perak atas nama Tining Sundari, sedangkan peserta yang mendapatkan satu unit sepeda motor adalah guru SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta atas nama Fakhri Inayati. (SW)

Yogyakarta (18 Oktober 2024) – Dalam semangat “Memberi Untuk Negeri,” LazisMu terus berkomitmen untuk melakukan kegiatan sosial yang nyata dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pentasyarufan bantuan beasiswa pendidikan yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KL LazisMu SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, Panin Dubai Syariah Bank (PDSB), dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang berhasil mengumpulkan dana sejumlah Rp 10.000.000,- untuk disalurkan kepada 20 penerima manfaat yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Acara pentasyarufan bantuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, Kepala Kantor LazisMu, dan perwakilan dari PDSB serta IZI. M. Sulaiman Berbudianto, Kepala Kantor Cabang PDSB, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pendidikan dan kepedulian sosial. “Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari sinergi antara PDSB dan Muhammadiyah dalam menciptakan dampak positif bagi generasi muda,” ujarnya. Sendi, perwakilan IZI Yogyakarta, juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam kolaborasi lebih lanjut di masa depan.
Ke depannya, LazisMu berencana melaksanakan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti bakti sosial ke panti asuhan dan masyarakat umum. Kolaborasi yang telah terjalin diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. “Kami berharap semua rencana ini dapat terealisasi dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup pihak LazisMu. (Yunita Dwi Utami)

Oleh : Arief Bharata Al-Huda, S.Psi., M.M.
(Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PDM Kota Yogyakarta)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Innal hamda lillaah nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa na’uudzu billahi min suruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlilhu falaa haadiya lah. Asyhadu allaa ilaaha illa llahu, wa asyhadu anna muhammadar rosulullah. Allaahumma sholli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa’ala alihi wa ash-habihi ajma’iin. Ammaa ba’du

Jama’ah Jum’at yang berbahagia, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Rabbul Alamin, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman.

Marilah kita sama-sama merefleksikan kembali tentang keimanan kita kepada Allah SWT. Tauhid adalah pondasi utama dalam agama Islam. Mentauhidkan Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Allah SWT berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Wa mâ khalaqtul-jinna wal-insa illâ liya‘budûn

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)

Ayat di atas menegaskan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa menjaga ketauhidan kita dan menjauhi segala bentuk syirik.

Tidak lupa khatib berwasiat kepada diri khatib secara khusus dan kepada para jama’ah semuanya. Untuk senantiasa memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah –azza wa jalla-. Karena dengan iman dan takwa itulah sebaik-baik bekal untuk kembali menghadap kepada Allah di hari akhir nanti.

Jama’ah yang dimuliakan Allah,

Akhlak mulia merupakan cerminan keimanan seseorang. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Beliau memiliki akhlak yang sangat mulia, sehingga beliau dijuluki sebagai Al-Amin (orang yang terpercaya).

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah bagimu, yaitu bagi orang yang berharap (rahmat) kepada Allah dan hari kiamat dan banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat di atas dengan jelas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi kita semua. Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana cara bersikap baik kepada sesama, bagaimana cara bersabar dalam menghadapi cobaan, dan bagaimana cara menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW tidak hanya dikenal sebagai utusan Allah, tetapi juga sebagai sosok teladan dengan akhlak yang sangat mulia. Kemuliaan akhlak beliau menjadi salah satu faktor utama dalam penyebaran Islam dan keberhasilan beliau dalam mengubah masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang beradab.

Mengapa Akhlak Beliau begitu Mulia?

  1. Teladan langsung dari Allah: Allah SWT memuji akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran, menegaskan bahwa beliau adalah suri tauladan terbaik bagi seluruh umat manusia.
  2. Pembentukan sejak kecil: Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki sifat jujur, amanah, dan dermawan. Beliau selalu menjaga hubungan baik dengan semua orang, tanpa memandang status sosial.
  3. Perintah Allah untuk menyempurnakan akhlak: Salah satu misi utama kenabian beliau adalah menyempurnakan akhlak manusia.
  4. Pengalaman hidup yang membentuk: Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan Islam di tengah berbagai tantangan dan cobaan semakin menguatkan akhlak mulia beliau.

Jama’ah Jum’at yang berbahagia,

Implementasi Akhlak Mulia dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita perlu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh akhlak mulia yang dapat kita terapkan antara lain:

  1. Jujur: Selalu berkata jujur dalam segala keadaan, meskipun itu pahit diawal.

Al-Ahzab ayat 70:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

Yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa qûlû qaulan sadîdâ

” Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

  • Amanah: Menjaga amanah yang dipercayakan kepada kita.

QS. Al-Anfal ayat 27:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ takhûnullâha war-rasûla wa takhûnû amânâtikum wa antum ta‘lamûn

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.”

  • Sederhana: Tidak berlebih-lebihan dalam segala hal.

QS. Al-Furqan ayat 63:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ

Wa ‘ibâdur-raḫmânilladzîna yamsyûna ‘alal-ardli

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati …”

  • Sabar: Sabar dalam menghadapi segala cobaan.

Al-Anfal: 46

… اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

Innallâha ma‘ash-shâbirîn

“ … Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

  • Maaf memaafkan: Mampu memaafkan kesalahan orang lain.

Al-A’raf: 199

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

Khużil-‘afwa wa`mur bil-‘urfi wa a’riḍ ‘anil-jāhilīn

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”

  • Toleransi: Menghargai perbedaan pendapat dan keyakinan.

Sesungguhnya Allah tidak akan menurunkan suatu urusan kecuali dengan musyawarah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa menghormati seorang alim karena ilmu yang dimilikinya, maka sesungguhnya ia telah menghormati Allah.” (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling sempurna imannya di antara kamu adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadistt di atas menunjukkan bahwa iman yang kuat akan tercermin dalam akhlak yang baik. Sebaliknya, seseorang yang memiliki akhlak yang buruk, maka imannya juga akan lemah.

Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW memiliki dampak yang sangat besar, baik bagi diri beliau sendiri maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Beberapa dampak positif tersebut antara lain:

  1. Menarik banyak orang untuk memeluk Islam: Akhlak mulia beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang untuk masuk Islam.
  2. Membentuk masyarakat yang lebih baik: Akhlak mulia beliau menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan beradab.
  3. Menjadi pedoman hidup: Ajaran-ajaran beliau tentang akhlak menjadi pedoman hidup bagi setiap individu untuk mencapai kesempurnaan.

Jama’ah Jum’at yang berbahagia,

Mengapa Kita Harus Meneladani Akhlak Beliau?

Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dengan meneladani akhlak beliau, kita akan:

  1. Menjadi pribadi yang lebih baik: Akhlak mulia akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disukai, dan lebih bernilai di mata Allah SWT.
  2. Mendapatkan keberkahan: Orang yang berakhlak mulia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.
  3. Menjadi rahmat bagi sesama: Dengan akhlak yang baik, kita dapat menjadi rahmat bagi sesama manusia.

[mengakhiri khotbah pertama]

Jama’ah Jum’at yang kami muliakan,

QS. Al-Baqarah ayat 269:

يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Yu’til-ḫikmata may yasyâ’, wa may yu’tal-ḫikmata fa qad ûtiya khairang katsîrâ, wa mâ yadzdzakkaru illâ ulul-albâb

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang diberi hikmah, ia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.”

Akhlak mulia tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Dengan memiliki akhlak yang mulia, kita dapat hidup berdampingan dengan orang lain dengan penuh kedamaian dan saling menghormati. Jama’ah yang berbahagia, marilah kita senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas akhlak kita. Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita akan mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT.

Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim

Khutbah Kedua

Alhamdulillahi robbil alamin wabihi nasta’inu ala umuriddunya waddin ashsholatu wassalamu’ala asrofil mursalin wa ala alihi washohbihi ajmain. Asyhadu allaa ilaaha illa llahu, wa asyhadu anna muhammadar rosulullah. Allaahumma sholli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa’ala alihi wa ash-habihi ajma’iin. Ammaa ba’du

Do’a Penutup Khotbah Jum’at

Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati. Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina. Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

k